Sabtu, 07 Mei 2011

kelenjar eksokrin

TUGAS TERSTRUKTUR  HISTOLOGI HEWAN

KELENJAR EKSOKRIN






Disusun oleh :

   -



DEPARTEMEN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2011
Struktur tulisan
Judul
I.                    Klasifikasi kelenjar
II.                 Pengertian
III.               pembagian kelenjar eksokrin
1.      berdasarkan Jumlah sel
1.a uniseluler
1.b  multiseluler
2.      jenis sekret
2.a sereous
2.b mukus
2.c sereo mukus
3.      cara sekresi
3.a merokrin
3.b apokrin
3.c holokrin
IV.      Daftar gambar
IV.              Pustaka
Kelenjar eksokrin
I. Klasifikaasi kelenjar
Berdasarkan pemanfaatan hasil kelenjarnya secara garis besar dibedakan menjadi kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Krin berasal dari kata krinos yang berarti memisahkan atau menghasilkan. Kelenjar eksokrin dimaksudkan untuk kelenjar-kelenjar yang biasanya mempunyai saluran keluar untuk mengangkut hasil kelenjarnya yang selanjutnya bermuara pada permukaan dalam dan luar tubuh. Apabila hasilnya diangkut oleh pembuluh darah atau pembuluh limfa, maka kelenjar demikian dimasukkan kedalam kelenjar endokrin atau kelenjar hormon. Karena kelenjar hormon tidak memiliki saluran keluar kadang-kadang dinamakan juga sebagai kelenjar buntu dan hasilnya dinamakan hormon. Namun bagi beberapa kelenjar endokrin yang tidak mempunyai saluran keluar tidak dapat dimasukkan sebagai kelenjar hormon.
Kedua jenis kelenjar yang disebutkan diatas kesemuanya berasal dari membran epitel yang menutupi permukaan,yang pada suatu saat tumbuh masuk ke dalam jaringan pengikat dibawahnya. Kelompok sel-sel epitel yang mengadakan invasi tersebut selanjutnya memperbanyak diri dan berdiferensasi untuk membentuk kelenjar. Biasanya dalam pembentukan kelenjar eksokrin masih tetap dipertahankan hubungannya dengan epitel permukaannya, sedang untuk kelenjar endokrin sudah tidak lagi berhubungan.
Pada bagian ini yang akan dibahas adalah mengenai kelenjar eksokrin.
II.               Pengertian
Kelenjar eksokrin : adalah kelenjar tubuh yang dapat melepaskan sekret melalui saluran kelenjar (duktus ekskretorius), misalnya kelenjar ludah atau langsung dalam rongga alat berdekatan,
misalnya pada kelenjar dinding usus. Getah dari kelenjar eksokrin biasanya berupa lendir atau lilin selain itu  sekret yang dihasilkan juga dapat berupa enzim,keringat, atau ludah bahkan ada juga yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan sekret berupa racun. Sel-sel yang menghasilkan sekret tersebut dinamakan eksokrinosit.  Kelenjar  eksokrin uniseluler, misalnya : sel goblet ( sel penghasilmukus pada usus halus dan saluranpencernaan ). Kelenjar ini mempunyai saluran keluar untuk mengangkut hasil kelenjarnya dan selanjutnya bermuara pada permukaan dalam dan luar tubuh. Kelenjar eksokrin dapat digolongkan menurut dasar tertentu.  Kelenjar eksokrin dapat dibedakan menurut jumlah sel, jenis sekret dan cara sekretori.

III.           Pembagian kelenjar eksokrin
Kelenjar eksokrin dapat digolongkan berdasarkan 3 cara yaitu : Berdasarkan jumlah sel, jenis sekretori dan cara sekretori.
1.      Berdasarkan  jumlah sel
Berdasarkan jumlah sel yang menyusunnya, maka kelenjar eksokrin dapat digolongkan ke dalam:
1.a Uniseluler
 Kelenjar ini hanya tersusun oleh 1 sel. atau sel cangkir atau “goblet cell”.Kelenjar jenis ini tidak memiliki saluran keluar, karena biasanya terdapat pada epitel permukaan, misalnya pada epitel usus sebagai sel piala.
1.b Multiseluler
Terdiri atas banyak sel, umumnya membentuk kelenjar. Berdasarkan letak kelenjarnya terhadap epitel permukaan, maka jenis kelenjar ini dibedakan menjadi :
1.b.1 Kelenjar intraepitelial, yaitu membentuk kelompok sel kelenjar pada epitel permukaan tanpa saluran kelenjar. Kelenjar jenis ini dapat dijumpai pada epitel selaput lendir lambung dan rongga hidung.
1.b.2 Kelenjar ekstraepitelial, jenis kelenjar ini merupakan kelenjar yang terdapat dalam jaringan pengikat. Jenis kelenjar ini dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
·         Pars secretoria, yaitu bagian yang menghasilkan sekret.
·         Ductus excretorius, yaitu saluran yang menampung sekret dari pars secretoria.
Berdasarkan jumlah lapisan sel epitel pars secretorianya dapat dibedakan menjadi kelenjar:
Ø  monoptyche, yang terdiri atas satu lapis sel (misalnya kelenjar keringat) dan
Ø  kelenjar polyptyche, yang terdiri atas beberapa lapis sel (misalnya glandula sebacea).
Dengan memperhatikan bentuk pars secretoria dan ductus excretorius dalam tubuh dikenal berbagai jenis kelenjar yaitu :
1)      Kelenjar tubuler sederhana yang berbentuk pipa (simple tubular gland). Kelenjar tubuler dapat dibagi lagi menjadi:
a.       Kelenjar tubuler lurus (kelenjar usus besar).
b.      Kelenjar tubuler bergelung (glandula subdorifera).
c.       Kelenjar tubuler bercabang (glandula uterina).
2)      Kelenjar tubuloalveoler sederhana (simple tubuloalveoler gland)
Kelenjar ini selalu bercabang (glandula submandibularis, glandula duodenalis brunneri).
3)      Kelenjar alveolar sederhana yang berbentuk sebagai labu (simple alveolar gland)
Contoh kelenjar ini yaitu glandula sebacea yang terdapat pada kulit dan merupakan kelenjar polyptyche yang mempunyai modifikasi pada kelopak mata sebagai glandula meibomi yang termasuk sebagai kelenjar alveolar sederhana bercabang .
4)      Kelenjar tubuler kompleks (compound tubular gland). Kelenjar ini mempunyai pars secretoria berbentuk tubuler dengan saluran keluarnya yang bercabang dan akhirnya bermuara dalam satu saluran utama contohnya testis.
2.      berdasarkan  jenis sekret
Berdasarkan sifat sekretnya, kelenjar eksokrin dapat dibedakan menjadi : (1) kelenjar sitogen, yaitu kelenjar yang menghasilkan sel-sel sebagai sekretnya (misalnya testis dan ovarium) dan (2) kelenjar nonsitogen, yaitu kelenjar yang hasilnya tidak mengandung sel-sel. Kelenjar nonsitogen ini dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu :
2.a) kelenjar sereous atau kelenjar serosa.
Sekret kelenjar serosa bersifat encer, jernih yang berbentuk sebagai albumin. Terkadang sekret tersebut mengandung enzim seperti pada kelenjar pancreas dan parotis. Sel kelenjar serosa berbentuk pyramidal dengan inti berbentuk bulat yang terletak agak ditengah. Butir-butir sekretoris bersifat asidofil. Di bagian basal sel terdapat granular endoplasmis reticulum sehingga pada pengamatan dengan mikroskop cahaya, tampak gambaran yang bergaris-garis. Contoh pada kelenjar pankreas, kelenjar parotis.
2.b) Kelenjar mukosa atau mukus.
Sekret kelenjar mukosa bersifat kental. Bentuk sel kelenjarnya piramidal dengan bagian puncahnya berisi tetes-tetes bahan musinogen atau premusin sebagai bahan pembentuk lendir. Inti sel berbentuk gepeng terdesak di daerah basal. Apabila premusin telah dilepaskan oleh sel kelenjar, maka bahan tersebut berubah menjadi mukus lendir. Diantara kelenjar-kelenjar yang termasuk jenis ini , ada yang berbentuk uniseluler yaitu sel Piala.

2.c) sereo mukus atau kelenjar campuran.
Merupakan kelenjar campuran dari sel-sel kelenjar mukosa dan serosa. Kadang-kadang sel serosa terdesak oleh sel mukosa sehingga membentuk gambaran bulan sabit yang dinamakan demiluna gianuzzi. Contoh dari kelenjar ini adalah glandula submandibularis dan glandula sublingualis.
3.      berdasarkan cara sekresi
Berdasarkan cara sekresinya, dikenal tiga macam kelenjar yaitu :
3.a merokrin
Kelenjar merokrin adalah kelenjar  yang bahan getahannya saja yang digetahkan, sedangkan selnya sendiri tetap ada. Pada saat sekresi tidak akan terjadi kerusakan pada selnya ataupun tidak ada bagian sel yang ikut disekresikan (glandula subdorifera). sekresi dilakukan dengan eksositosis.contoh dari kelenjar ini adalah kelenjar ludah dan pancreas.
3.b apokrin.
Kelenjar jenis ini pada saat sekresi, ada sebagian dari puncak sel ikut bersama-sama disekresikan sehingga tampak adanya tonjolan-tonjolan di bagian pucak sel kelenjar (glandula axillaris dan glandula circumanale). Misalnya pada kelenjar peluh. Kelenjar peluh khusus terletak pada ketiak dan organa genetalia luar, yang mana ia aktif setelah akil baligh. Jika peluh yang digetahkan mengalami dekomposisi bakteri, maka sekretnya akan menghasilkan bau.
3.c  holokrin.
Kelenjar yang sel-selnya ikut digetahkan bersamaan dengan getahnya. Kelenjar jenis ini akan mengalami kerusakan pada waktu melangsungkan sekresi sehingga sekretnya bercampur dengan bagian sel yang telah mati (glandula sebacea).



IV.           Daftar gambar
1.      Kelenjar eksokrin uniseluler

2.      Kelenjar tubuler sederhana yang berbentuk pipa (simple tubular gland)


3.      Kelenjar tubuler lurus / straight tubular gland

4.      Kelenjar tubuloalveoler sederhana (simple tubuloalveoler gland)



5.      Kelenjar alveolar sederhana yang berbentuk sebagai labu (simple alveolar gland)

6.      Kelenjar tubuler kompleks (compound tubular gland)

 
7.      Kelenjar mukosa (bagian kiri) dan kelenjar serosa (bagian kanan)


8.      Kelenjar seromukus  (kelenjar campuran)



9.      Kelenjar merokrin


10.  Kelenjar holokrin




V.               Pustaka
Subowo, 1992. Histologi Umum . Pusat Antar Universitas-Ilmu Hayati
Institut Teknologi Bandung.
Yatim, wildan.2005.Kamus Biologi Lengkap.Jakarta:Yayasan Obor Indonesia.

4 komentar:

Anonim mengatakan...

tengs berat bro :D

Fitriyani Elia Purwati mengatakan...

syukron bgt ya .,

Anonim mengatakan...

ikt ngopi materinya ya, q dpt tugas yg sama ni,,,hehehe, trnyata punya blog,,,wah gk nyngka,,makasi(suaibah)

Anonim mengatakan...

tulisan yang menarik...thanks infonya..kebetulan saya membutuhkan topik sel eksokrin

Poskan Komentar

silahkan mampir koment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More